This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

https://artayahonest.files.wordpress.com/2013/04/pakaian-beng

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 01 Juni 2016

perhiasan

perhiasan Tradisional





Salah satu pulau terpencil di Provinsi Bengkulu yang memiliki berbagai potensi baik pertanian, perikanan, kelautan dan objek wisata serta lokasi penelitian budaya adalah Pulau Enggano yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Bengkulu Utara.

Penduduk asli Pulau Enggano adalah Suku Enggano, yang terbagi menjadi lima puak (suku) asli. Semuanya berbahasa sama, bahasa Enggano. Suku atau Puak Kauno yang mulai menempati tempat ini pada zaman Belanda (sekitar tahun 1934). Selain Suku Kauno, terdapat Suku Banten (pendatang), dan empat suku lainnya. Suku Enggano memakai Bahasa Enggano dalam percakapan sehari hari.

Berikut photo-photo perhiasan tradisional suku Enggano di museum negeri Belanda yang menjadi bukti kebudayaan masa lalu mereka.

A. Perhiasan Tradisional Suku Enggano Pria

Hiasan kepala pria Enggano

Inventaris nummer : 3600-1602
Objectnaam : hoofdband
Afmetingen : 8 x 18 x 16 cm
Datering : 1959 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Tutup kepala pria yang di bawah anggota keluarga Enggano setelah 3 bulan kematian 

Inventaris nummer : 3600-1585
Objectnaam : rouwmuts
Afmetingen : 26 x 14 x 27 cm
Datering : 1959 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Hiasan kepala pria Enggano

Inventaris nummer : 370-3018b
Objectnaam : hoofdring
Afmetingen : 7 x 16 cm
Datering : 1883 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Hiasan kepala pria Enggano

Inventaris nummer : 370-3018b
Objectnaam : hoofdring
Afmetingen : 7 x 16 cm
Datering : 1883 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesories kepala pria Enggano, dipakai sehari hari agar rambut yang panjang nampak rapi

Inventaris nummer : 370-3015
Objectnaam : hoofdband / hoofdtooi
Afmetingen : 21 x 16 x 22 cm
Datering : 1883 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesories kepala pria Enggano di pakai sehari hari

Inventaris nummer : 370-3014
Objectnaam : hoofdband ; hoofdtooi
Afmetingen : 9,5 x 17 cm
Datering : 1883 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesories kepala pria Enggano di pakai sehari hari

Inventaris nummer : 370-3013
Objectnaam : hoofdband ; hoofdtooi
Afmetingen : 13 x 18 cm
Datering : 1883 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesories kepala pria Enggano di pakai beraktivitas sehari hari

Inventaris nummer : 370-3012
Objectnaam : hoofdband
Afmetingen : 11 x 18 cm
Datering : 1883 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesories kepala pria Enggano

Inventaris nummer : 135-15
Objectnaam : hoofdring
Afmetingen : 8 x 18 cm
Datering : 1871 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesorie kepala pria Enggano

Inventaris nummer : 135-14
Objectnaam : hoofdring
Afmetingen : 9 x 17 cm
Datering : 1871 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Aksesories kepala pria Enggano

Inventaris nummer : 135-13
Objectnaam : hoofdring
Afmetingen : 8,5 x 18,5 x 17 cm
Datering : 1871 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Ring Head (Lingkar Kepala) pria Enggano saat upacara adat

Inventaris nummer : 40-18
Objectnaam : hoofdring
Afmetingen : 10 x 19,5 x 16 cm
Datering : 1864 (voor)
Geografie : Enggano / Bengkulu Utara / Bengkulu / Sumatera / Indonesië
Cultuur : Enggano

Pakaian

 Provinsi Bengkulu




Selain dikenal dengan kekayaan alamnya, Indonesia juga dikenal dengan keberagaman budaya, salah satunya terdapat di propinsi Bengkulu. Provinsi yang beribukota di Bengkulu ini merupakan kota pesisir yang dikenal dunia sebagai The Land of Rafflesia atau Bumi Rafflesia. Ditinjau dari letak geografisnya propinsi Bengkulu terletak disebelah barat pegunungan Bukit Barisan dan memanjang dari perbatasan Provinsi Sumatera Barat sampai ke perbatasan Provinsi Lampung. Mayoritas penduduk Bengkulu berbudaya Melayu dan memiliki kebiasaan yang hampir sama dengan masyarakat yang mendiami propinsi lain di Sumatera. Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, Bengkulu juga dikenal memiliki ciri khas budaya, seperti pakaian adat, rumah adat, dan tarian tradisional.
Pakaian Adat Bengkulu

Sumber : http://kundursmansev.blogspot.com

Sumber : http://pelaminan-bengkulu.blogspot.com

Pakaian Adat Pria Bengkulu

Pakaian yang dikenakan oleh kaum pria dalam adat Bengkulu terdiri atas jas, sarung, celana panjang, alas kaki yang dilengkapi dengan tutup kepala dan sebuah keris. Jas yang digunakan dalam adat Bengkulu biasanya berwarna gelap seperti hitam atau biru tua dan berasal dari kain bermutu tinggi seperti wol atau sejenisnya. Demikian pula untuk celananya terbuat dari bahan dan warna yang sama.

Pakaian Adat Bengkulu 

Sumber : http://arifuddinali.blogspot.com

Selain itu bisa juga mengenakan pakaian sejenis jas tertutup dari bahan beludru hitam, merah tua atau biru tua yang bertaburkan corak-corak sulaman atau lempeng-lempeng emas dan dipadukan dengan celana sebatas lutut serta kain songket yang dililitkan dibagian pinggang. Sebagai pelengkap busana dikenakankan pula perhiasan kalung bersusun serta mahkota dengan hiasan gunjai-gunjai, pemakaian alas kaki beludru dengan corak-corak keemasan, sebilah keris dan gelang emas di tangan kanan.

Pakaian Adat Bengkulu 

Sumber : http://pakaianadatbengkulu.blogspot.com

Pakaian Adat Wanita Bengkulu

Sementara pakaian yang dikenakan oleh kaum wanita dalam adat Bengkulu berupa baju kurung berlengan panjang yang terbuat dari bahan beludru. Baju ini memiliki hiasan bertabur corak-corak serta sulaman emas berbentuk lempengan-lempengan bulat seperti uang logam. Bahan beludru yang digunakan untuk pembuatan baju kurung umumnya berwarna merah tua, biru tua, lembayung atau hitam. Pemakaian baju kurung dipadukan dengan sarung songket berhias benang emas atau perak yang terbuat dari bahan sutra.

Pakaian Adat Bengkulu 

Sumber : http://repindonesiaraya.blogspot.com

Selain itu terdapat kelengkapan lain berupa mahkota keemasan yang disematkan pada sanggul kepala dan dipadukan dengan tusuk konde, serta anting-anting berukir dari emas. Anting berukir dari emas ini sebenarnya merupakan kepanjangan dari kembang goyang di kepala sehingga seolah-olah tampak menggantung disebelah daun telinga. Perhiasan lain yang dikenakan berupa kalung bersusun, ikat pinggang, serta gelang emas pada kedua pergelangan tangan. Ditambahkan pula pemakaian alas kaki berupa selop bersulam emas.

Pakaian Adat Bengkulu 

Sumber : http://pakaianadatbengkulu.blogspot.com